MAKALAH SYIRIK
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Al-jahlu sebab pertama perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam disebut dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang cendrung berbuat syirik. Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa dipastikan kecenderungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Mengapa? Sebab mereka bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi. Ujung-ujungnya para dukun sebagai narasumber yang sangat mereka agungkan.
Penyebab kedua perbuatan syirik adalah dhai’ful iimaan (lemahnya iman). Seorang yang imannya lemah cenderung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun untuk suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.
Taqliid sebab yang ketiga. Al-Qur’an selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek moyang mereka. Allah berfirman,“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, ‘Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.’ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al-A’raf: 28).
- Rumusan Masalah
- Apa pengertian syirik dalam Islam?
- Apa saja macam-macam syirik?
- Apa contoh perilaku orang yang berbuat syirik?
- Apa akibat perbuatan syirik?
- Apa hikmah menghindari perbuatan syirik?
- Tujuan
- Mengetahui pengertian syirik
- Mengetahui macam-macam syirik
- Mengetahui contoh perilaku orang yang berbuat syirik
- Mengetahui akibat perbuatan syirik
- Mengetahui hikmah menghindari perbuatan syirik
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian Syirik
Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Allah mengampuni semua dosa yang dilakukan hambanya, kecuali dosa besar seperti syirik. Firman Allah SWT:
bÎ) ©!$# w ãÏÿøót br& x8uô³ç ¾ÏmÎ/ ãÏÿøótur $tB
tbrß y7Ï9ºs `yJÏ9 âä!$t±o 4 `tBur õ8Îô³ç «!$$Î/ Ïs)sù #utIøù$#
$¸JøOÎ) $¸JÏàtã ÇÍÑÈ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa
yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka
sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisaa’: 48)- Macam-macam Syirik
- Syirik Akbar (Syirik Besar)
Yang kedua yaitu syirik akbar Bathinun Khafi (tersembunyi) seperti meminta pertolongan kepada orang yang telah meninggal. Setiap orang yang menaati makhluk lain serta mengikuti selain dari apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, berarti telah terjerumus kedalam lembah kemusyrikan. Firman Allah SWT:
………….( ÷bÎ)ur öNèdqßJçG÷èsÛr& öNä3¯RÎ) tbqä.Îô³çRmQ ÇÊËÊÈ
Artinya: “…dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-An’am: 121).- Syirik Asghar (Syirik Kecil)
Contoh-contoh perbuatan syirik asghar antara lain:
- Bersumpah dengan nama selain Allah[2]
Artinya: “Dan barang siapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka dia telah kufur atau syirik”. (HR. Tirmidzi).[3]
- Memakai azimat
Sabda rasulullah SAW: مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةًفَقَدْاَشْرَكَ
Artinya: “Barangsiapa menggantungkan azimat, maka dia telah berbuat syirik”. (HR. Ahmad).[4]
- Mantera
Sabda rasulullah SAW: اِنَّ الرُّقْىَوَالتَّمَاٮِٕمَ وَالتَّوَلَةَشِرْكٌ
Artinya: ”Sesungguhnya mantera, azimat dan guna-guna itu adalah perbuatan syirik”. (HR. Ibnu Hibban).
- Sihir
Artinya: “Barangsiapa yang membuat suatu simpul kemudian dia meniupinya, maka sungguh ia telah menyihir. Barangsiapa menyihir, sungguh ia telah berbuat syirik”. (HR. Nasa’i).
- Peramalan
مَنِ اقْتَبَسَ شُعْبَةًمِنَ النُّجُوْمِ فَقَدِاقْتَبَسَ شُعْبَةًمِنَ السِّحْرِ
Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari salah sat ilmu perbintangan, maka ia telah mempelajari sihir”.
(HR. Abu Daud). Yamg dimaksud ilmu perbintangan dalam hadits ini
bukanlah ilmu perbintangan yang mempelajari tentang planet yang dalam
ilmu pengetahuan disebut astronomi.- Dukun dan tenung
عَنْ وَاٮِٔلَةَبْنِ الْاَسْقَعِ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ
قاَلَ : سَمِعتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صلى اللّٰهُ عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ
اَتَى كَاهِنًافَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍحَجَبَتْ عَنْهُ
التَّوْبَةُاَرْبَعِيْنَ لَيْلَةًفَاِنْ صَدَّقَهُ بِمَاقَالَ كَفَرَ
Artinya: “Dari Wailah bin Asqa’i ra berkata: aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa datang kepada tukang tenung lalu
menanyakan tentang sesuatu, maka terhalanglah tobatnya selama empat
puluh hari. Dan bila mempercayai perkataan tukang tenung itu, maka
kafirlah ia”. (HR. Thabrani).- Bernazar kepada selain Allah
Firman Allah SWT:
!$tBur OçFø)xÿRr& `ÏiB >ps)xÿ¯R ÷rr& Nè?öxtR `ÏiB 9õ¯R cÎ*sù ©!$# ¼çmßJn=÷èt 3 $tBur úüÏJÎ=»©à=Ï9 ô`ÏB A$|ÁRr& ÇËÐÉÈ
Artinya: “Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu
nazarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat
zalim tidak ada seorang penolongpun baginya”. (QS. Al-Baqarah: 270).[5]- Riya
Artinya: “Sesuatu yang amat aku takuti yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi ditanya tentang hal ini, maka beliau menjawab, ialah Riya”. (HR. Ahmad).[6]
Menurut klasifikasi umum, syirik dibagi menjadi empat macam yaitu:
- Syirku Al-‘Ilmi. Inilah syirik yang umumnya terjadi pada ilmuan. Mereka mengagungkan ilmu sebagai maha segalanya. Mereka tidak mempercayai pengetahuan yang diwahyukan Allah. Sebagai contoh mereka mengatakan bahwa manusia berasal dari kera.
- Syirku At-Tasarruf. Syirik jenis ini pada prinsipnya disadari atau tidak oleh pelakunya, menentang bahwa Allah Maha Kuasa dan segala kendali atas penghidupan manusia berada di tangan-Nya. Mereka percaya adanya “perantara” itu mempunyai kekuasaan. Contohnya adalah kepercayaan bahwa Nabi Isa anak Tuhan, percaya pada dukun, tukang sihir atau sejenisnya.
- Syirku Al- Ibadah. Inilah syirik yang menuhankan pikiran, ide-ide atau fantasi. Mereka hanya percaya pada fakta-fakta konkrit yang berasal dari pengalaman lahiriyah. Misalnya seorang atheis memuja ide pengingkaran terhadap berbagai bentuk kegiatan.
- Syirku Al-‘Addah. Ini adalah kepercayaan terhadap tahayul.
Sebagai contoh percaya bahwa angka 13 itu adalah angka sial sehingga
tidak mau menggunakan angka tersebut, menghubungkan kucing hitam dengan
kejahatan, dan sebagainya.
- Contoh Perilaku Orang yang Berbuat Syirik
* $tRøuq»y_ur ûÓÍ_t7Î/ @ÏäÂuó Î) tóst7ø9$#
óOßgyèt7ø?r’sù ãböqtãöÏù ¼çnßqãYã_ur $\øót/ #·rôtãur ( #Ó¨Lym !#sÎ)
çm2u÷r& ä-ttóø9$# tA$s% àMZtB#uä ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) wÎ)
üÏ%©!$# ôMuZtB#uä ¾ÏmÎ/ (#þqãZt/ @ÏäÂuó Î) O$tRr&ur z`ÏB tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# ÇÒÉÈ
Artinya: “Dan ini sama sekali tidak dalam ‘kegagalan’ atau
‘keperkasaan’, melainkan justru dalam kehinaan yang lebih mendasar,
karena dia diperhamba oleh nefsunya sendiri untuk berkuasa dan menguasai
orang lain. Inilah keadaan Fir’aun yang kemudian mengalami hukum Tuhan
yang tragis dan dramatis, dan dia baru insyaf setelah malapetaka
menimpa, namun sudah terlambat.” (QS. Yunus: 90).- Akibat Perbuatan Syirik
- Sulit menerima kebenaran. Firman Allah SWT:
zNtFyz ª!$# 4n?tã öNÎgÎ/qè=è% 4n?tãur öNÎgÏèôJy ( #n?tãur öNÏdÌ»|Áö/r& ×ouq»t±Ïî ( öNßgs9ur ë>#xtã ÒOÏàtã ÇÐÈ
“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan
mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat adzab yang berat.”
(QS. Al-Baqarah: 7). Hati orang-orang syirik tertutup untuk menerima
kebenaran baik yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya. Menurut Ibnu
Jarir, ketertutupan hati orang syirik itu lantaran dari sifat
kesombongan dan penentangannya terhadap kebenaran yang disampaikan
kepadanya. Orang-orang syirik yang mendustakan ayat-ayat Allah dideri
peringatan atau tudak sama saja bagi mereka, karena hati mereka buta.- Munculnya perasaan bimbang dan ragu. Firman Allah SWT:
Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚz£D ãNèdy#tsù ª!$# $ZÊttB ( óOßgs9ur ë>#xtã 7OÏ9r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç/Éõ3t
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya
itu, dan mereka mendapat adzab yang pedih, karena mereka berdusta.” (QS. Al-Baqarah: 10). Menurut pendapat Ibnu Abbas, penyakit hati orang syirik adalah perasaan bimbang dan ragu (syak),
kegoncangan batin seperti inilah yang menjadikan mereka merasa gelisah.
Hatinya tidak pernah tenang, merasa tidak puas dengan harta, jabatan
yang mereka miliki.- Hanya akan memperoleh kesenangan sementara. Kesenangan hidup di dunia yang diperoleh orang-orang musyrik sifatnya sementara, di akhirat kelah akan mendapatkan siksa yang pedih. Meskipun ketika hidup di dunia mereka dalam keadaan miskin dan sengsara, lebih-lebih jika mereka kaya, bagi mereka hal itu tetap merupakan keuntungan dan kesenangan karena mereka mengikuti hawa nafsunya.
- Amalan dan harta yang yang dinafkahkan sia-sia. Amalan yang dinafkahkan orang-orang musyrik adalah sia-sia (tidak diberi pahala oleh Allah), apa yang dimilikinya tidak akan dapat digunakan untuk menebus siksa di akhirat kelak, sebagaimana firman Allah SWT:
ã@sVtB $tB tbqà)ÏÿZã Îû ÍnÉ»yd Ío4quysø9$# $u÷R9$#
È@sVyJ2 8xÍ $pkÏù ;ÅÀ ôMt/$|¹r& y^öym 7Qöqs% (#þqßJn=sß
öNßg|¡àÿRr& çm÷Gx6n=÷dr’sù 4 $tBur ãNßgyJn=sß ª!$# ô`Å3»s9ur
öNßg|¡àÿRr& tbqßJÎ=ôàt ÇÊÊÐÈ
“Perumpaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia
ini, ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa
tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu
merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi
diri sendiri.” (QS. Ali Imran: 117).- Orang musyrik dinilai sebagai makhluk terburuk. Allah menilai orang-orang musyrik dengan penilaian yang sangat rendah. Orang-orang musyrik itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah dan sesat daripada binatang.
- Menjadi musuh Allah. Perbuatan musyrik menyebabkan murka Allah SWT, sebagaimana firman Allah:
`tB tb%x. #xrßtã °! ¾ÏmÏGx6Í´¯»n=tBur ¾Ï&Î#ßâur @Îö9Å_ur @8s3ÏBur cÎ*sù ©!$# Arßtã z`ÌÏÿ»s3ù=Ïj9 ÇÒÑÈ
Artinya: “…..maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 98).- Dijanjikan mendapat siksa neraka. Allah menerangkan dalam firman-Nya:
tPöqt Ùuö;s? ×nqã_ãr uqó¡n@ur ×nqã_ãr 4 $¨Br’sù tûïÏ%©!$# ôN¨uqó$# öNßgèdqã_ãr Länöxÿx.r& y÷èt/ öNä3ÏY»yJÎ) (#qè%räsù z>#xyèø9$# $yJÎ/ ÷LäêZä. tbrãàÿõ3s? ÇÊÉÏÈ
“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah
yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitan muram (kepada
mereka dikatakan), mengapa kamu syirik setelah beriman? Karena itu
rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.” (QS. Ali Imran: 106).- Hikmah Menghindari Perbuatan Syirik
- Mengangkat manusia ke derajat paling tinggi dan mulia.
- Mengalirkan rasa kesederhanaan dan kesahajaan.
- Membuat manusia menjadi suci dan benar
- Memunculkan kepercayaan yang teguh dalam segala hal, tidak mempunyai hubungan khusus dengan siapapun atau apapun yang menyebabkan rusaknya iman.
- Tidak mudah putua asa dengan keadaan yang dihadapi.
- Menumbuhkan keberanian dalam diri manusia. Dalam hubungan ini ada dua hal yang membuat manusia menjadi pengecut, yaitu takut mati, dan pemikiran yang menyatakan bahwa ada orang lain selain Allah yang dapat mencabut nyawanya.
- Mengembangkan sikap cinta damai dan keadilan, menghalau rasa cemburu, dengki, dan iri hati.
- Menjadi taat dan patuh kepada hukum-hukum Allah.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Syirik yaitu kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu atau juga mempercayai hal-hal selain Allah Swt. Orang yang mempercayai hal tersebut dinamakan Musyrik. Sedangkan orang musyrik itu adalah orang yang mempersekutukan.
Pengertian Musyrik menurut istilah yaitu orang yang menyembah dan mengakui adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan sesuatu dengan Allah, baik Zat, Sifat, ataupun perbuatan-Nya.
Sikap syirik dapat merusak, bahkan dapat menggugurkan aqidah Islam. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati jangan sampai gerak hati, ucapan, dan perbuatan kita terbawa kedalam kemusyrikan. Sebab ada syirik kecil dan syirik besar. Syirik kecil dapat berubah menjadi syirik besar.
DAFTAR PUSTAKA
Subhani, Ja’far, Tauhid Dan Syirik, (Bandung: Mizan, 1996).Wahhab, Muhammad Bin Abdul, Tegakkan Tauhid Tumbangkan Syirik, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000).
Tim Penyusun, Akidah Akhlak al-Hikmah, (Surabaya: Akik Pusaka, 2008).
http://almanhaj.or.id
[1] Tim Penyusun, Akidah Akhlak al-Hikmah, (Surabaya: Akik Pusaka, 2008), 28.
[2] Ja’far Subhani , Tauhid Dan Syirik, (Bandung: Mizan, 1996), 230.
[3]
HR. At-Tirmidzi (no. 1535) dan al-Hakim (I/18, IV/297), Ahmad (II/34,
69, 86) dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Al-Hakim berkata:
Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim. Dan disepakati
oleh adz-Dzahabi.
[4] Muhammad Bin Abdul Wahhab, Tegakkan Tauhid Tumbangkan Syirik, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000), 54.
[5] Ibid., 81.
[6]
HR. Ahmad (V/428-429) dari Shahabat Mahmud bin Labid Radhiyallahu
‘anhu. Berkata Imam al-Haitsami di dalam Majma’uz Zawaa’ij (I/102):
“Rawi-rawinya shahih”. Dan diriwayatkan juga oleh ath-Thabrani dalam
Mu’jamul Kabiir (no. 4301), dari Shahabat Rafi bin Khadiij Radhiyallahu
‘anhu. Imam al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-ij (X/222) berkata:
“Rawi-rawinya shahih” Dan hadits ini dihasankan oleh Ibnu Hajar
al-Atsqalani dalam Bulughul Maram. Dishahihkan juga oleh Syaikh Ahmad
Muham-mad Syakir dalam tahqiq Musnad Imam Ahmad (no. 23521 dan 23526).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar